DAFTAR SITUS WARISAN DUNIA INDONESIA

Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia


AdeevaTravel-Situs Warisan Dunia UNESCO (UNESCO's World Heritage Sites) adalah sebuah tempat khusus yang telah dinominasikan untuk Program Warisan Dunia Internasional.

Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat budaya dan alam serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah warisan bagi generasi selanjutnya. 

Di Indonesia hingga saat ini terdapat 8 Situs Warisan Dunia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 8 Situs Warisan Dunia Indonesia tersebut adalah: 

1. Taman Nasional Pulau Komodo


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Taman Nasional Pulau Komodo terletak di antara propinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Taman Nasional ini terdiri atas 3 pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil dengan total luas wilayah sekitar  1817 km².

Kawasan ini dijadikan Taman Nasional oleh pemerintah Indonesia pada 6 Maret 1980 dan dinyatakan sebagai Cagar Manusia dan Biosfer pada tahun 1977 dan juga dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 serta sebagai 7 Keajaiban Alam Dunia oleh New 7 Wonder pada tahun 2011.

Di taman ini terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari wilayah Asia dan Australia yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung dan 37 spesies reptilia termasuk hewan Komodo yang dilindungi.

Selain itu di Taman Nasional Komodo terdapat sedikitnya 253 spesies karang pembentuk terumbu karang, 1000 spesies ikan, 

Pada tahun 1991, Taman Nasional Komodo diterima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO serta salah satu dari 7 Keajaiban Alam Dunia yang dipilih oleh New 7 Wonder.    

2. Taman Nasional Ujung Kulon


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di Tatar Pasundan bagian barat pulau Jawa, Indonesia.  Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama dengan Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. 

3. Candi Borobudur


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Borobudur adalah sebuah Candi agama Budha yang terletak di desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh penganut Agama Budha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil terbesar di dunia sekaligus sebagai monumen Budha terbesar di dunia.

Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).


Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

4. Candi Prambanan


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.


Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, Kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.


Candi ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

5. Situs Manusia Purba Sangiran


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Sangiran adalah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Menurut laporan UNESCO (1995) "Sangiran diakui oleh para ilmuwan untuk menjadi salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia, disejajarkan bersama situs Zhoukoudian (Cina), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania), dan Sterkfontein (Afrika Selatan), dan lebih baik dalam penemuan daripada yang lain.

Daerah terdiri dari sekitar 56 km² (7km x 8 km). Lokasi ini terletak di Jawa Tengah, sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, kawasan Sangiran terbagi antara 2 kabupaten: Kabupaten Sragen (Kecamatan Gemolong, Kecamatan Kalijambe, dan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo). Fitur penting dari situs ini adalah geologi daerah. Awalnya kubah terbentuk jutaan tahun yang lalu melalui kenaikan tektonik. Kubah itu kemudian terkikis yang mengekspos isi dalam kubah yang kaya akan catatan arkeologi.
Situs Manusia Purba Sangiran diterima Sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1996.

6. Taman Nasional Lorenz


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Taman Nasional Lorenz adalah sebuah taman nasional yang terletak di propinsi Papua, Indonesia dengan luas wilayah 2,4 juta hektar yang merupakan Taman Nasional terbesar di Asia Tenggara.

Nama taman nasional ini diambil dari nama seorang penjelajah asal Belanda Hendrikus Albertus Lorenz yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909yang merupakan ekspedisi ke-10 nya di taman nasional ini.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti Salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan Vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, Dataran Rendah, dan lahan basah.


Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem.


Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.


Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Taman Nasional Lorenz diterima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun  1999.

7. Hutan Hujan Tropis Sumatera


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera adalah tempat pelestarian bagi Hutan Hujan Tropis di Sumatera dan habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, dan Badak Sumatera yang merupakan spesies Badak terkecil dan memiliki dua cula.

Luas dari Hutan Hujan Tropis Sumatera seluruhnya adalah 2,5 juta hektare yang terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatera, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tempat ini juga tempat berbagai jenis tumbuhan endemik seperti, kantong semar, bunga terbesar di dunia Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi Amorphophallus titanum. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan hujan tropis Sumatera juga merupakan sumber mata pencarian bagi masyarakat yang tinggal di sana. Beberapa suku tinggal di hutan hujan tropis Sumatera, seperti suku Mentawai dan suku Anak Dalam.

Hutan hujan tropis Sumatera harus senantiasa dijaga kelestariannya. Terutama dari ancaman penggundulan hutan, penambahan hutan untuk pertanian dan pembuatan jalan, serta perburuan. Apabila kawasan ini tidak dilindungi, maka keanekaragaman hayati yang hidup di sana terancam punah. Selain itu, hutan hujan tropis Sumatera berperan penting dalam stabilitas suplai air, ekologi, dan ekonomi, serta menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran.

Untuk itulah melalui sidang ke 28 World Heritage Commitee, yang diselenggarakan di Suzhou RRC pada bulan Juli 2004, Hutan Hujan Tropis Sumatera di terima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, karena merupakan kawasan Hutan Lindung dan rumah bagi sekitar 10.000 jenis tanaman , termasuk 17 genus endemis, lebih dari 200 spesies mamalia, dan 580 spesies burung dan 465 berdomisili dan 21 merupakan endemis. Di antara jenis mamalia, 22 adalah orang utan, yang tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia dan 15 hanya terbatas ke wilayah Indonesia, termasuk Sumatra yaitu orang utan Sumatera. Hutan Hujan Tropis Sumatera ini juga memberikan bukti dari evolusi biogeografi pulau.

Bagian yang menonjol dari Hutan Hujan Tropis Sumatera terdapat pada Pegunungan Bukit Barisan yang dijuluki sebagai Andesnya Sumatera Perpaduan Danau Gunung Tujuh yang sepektakuler yang merupakan Danau tertinggi di Asia Tenggara keindahan Gunung Kerinci, Gua, dan Air terjun membuat tempat ini semakin tepat untuk wilayah Konservasi maupun Pariwisata.

Setidaknya 92 jenis endemis lokal telah diidentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser. Nominasi ini berisi populasi dari kedua bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi dan bunga tertinggi Amorphophallus titanium, tempat ini sangat penting bagi konservasi vegetasi pegunungan khusus dari properti tersebut.

8. Lanskap Kultur Budaya Propinsi Bali  


Daftar Situs Warisan  Dunia Indonesia

Lanskap Kultur Budaya propinsi Bali merupakan sebuah lanskap yang berada di propinsi Bali yang terdiri dari pedesaan dan sawah bertingkat jatiuwih dengan sitim pengairan Subak serta pura dan candi yang ada di propinsi Bali. 

Lanskap Kultur Propinsi Bali adalah entitas yang unik yang terlaksana dari filsafat Bali yang unik. Tri Hita Kirana, filosopi ini menegaskan bahwa kebahagiaan, kemakmuran dan kedamaian hanya dapat tercapai jika Tuhan, Manusia dan alam hidup dalam harmoni.

Beberapa pura yang menjadi ciri khas pemandangan dan upacara yang dilakukan disana merupakan wujud keinginan masyarakat Bali untuk mencari hubungan yang harmonis dengan Tuhan. 

Sosio-organisasi keagamaan yang bertanggung jawab menjaga lanskap, termasuk organisasi irigasi Subak, adalah wahana untuk menjaga hubungan yang baik di antara umat manusia. Sementara itu, bagaimana membangun Bali, seperti memilih lokasi kuil dan desainnya, membangun fasilitas irigasi, dan membuat teras-teras sawah, menunjukkan komitmen untuk menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan.
Pada tahun 2012, Lanskap Kultur Propinsi Bali ditetapkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.  

Nah itulah Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO yang di negara Indonesia terdapat 8 Situs Warisan Budaya. Semoga situs-situs ini terpelihara dengan baik hingga tetap bisa disaksikan sampai anak cucu kita kelak.


Sumber:id.wikipedia

15 FESTIVAL WISATA BUDAYA NUSA TENGGARA BARAT 2016

15 Festival Wisata Budaya Nusa Tenggara Barat 2016 


15 Festival Wisata Budaya Nusa Tenggara Barat 2016

AdeevaTravel - Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang sangat mempesona. Provinsi yang memiliki dua pulau besar yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini sudah siap menyambut Anda untuk datang berlibur. Dengan keindahan alamnya yang sangat menakjubkan serta berbagai macam Festival Budaya, NTB menargetkan 3 juta wisatawan di tahun 2016 ini.  



Berikut 15 Festival Budaya Nusa Tenggara Barat 2016 yang diterbitkan dalam "Calender Event Nusa Tenggara Barat 2016" oleh Pemerintah NTB dan Kementerian Pariwisata yang kami lansir dari Geographic Indonesia.


1. Pesta Rakyat Bau Nyale


Pesta Rakyat Bau Nyale

Pesta Rakyat Bau Nyale adalah sebuah perayaan suka cita atas legenda Putri Mandalika yang rela menceburkan diri ke laut daripada dipersunting oleh para Putra Mahkota Kerajaan Lombok. Pesta ini akan di gelar di Pantai Kute, Seger, A'an, Lombok Tengah. Jadi pastikan jadwal liburan Anda untuk datang menyaksikan Pesta Rakyat Bau Nyale ini pada bulan Februari 2016.

2. Gelar Seni Pelajar NTB


Gelar Seni Pelajar NTB

Gelar Seni Pelajar NTB adalah ajang kesenian yang melibatkan pelajar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.  Taman Budaya akan menjadi ruang bagi para pelajar dan penggiat seni terdahulu untuk menghasilkan inovasi. Pastikan Anda untuk menyaksikan Gelar Seni Pelajar Nusa Tenggara Barat pada 19-20 Februari 2016.

3. Apresiasi Film Nasional NTB


Apresiasi Film Nasional NTB

Apresiasi Film Nasional NTB dengan diselenggarakannya Bioskop Keliling akan menjadi fasilitas hiburan segar oleh seluruh masyarakat NTB. Berbagai macam ragam Film Nasional akan di putar untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari  beberapa Program Televisi yang kurang mendidik. Bioskop Keliling ini akan dapat Anda saksikan bersama-sama dengan masyarakat NTB satu kali setiap bulannya di tahun 2016.

4. Pagelaran Wayang Kulit Sasak



Pagelaran Wayang Kulit Sasak

Pagelaran Wayang Kulit Sasak adalah kaloborasi antara wayang dengan teater, sendra tari dan kesenian lainnya. Pada Festival ini diharapkan mampu menyulut rasa cinta generasi muda terhadap salah satu kebudayaan asli Indonesia. Jadi jangan lupa untuk menyaksikan Festival Wayang Kulit Sasak pada 19 Maret 2016 ini.

5. Tambora Menyapa Dunia


Tambora Menyapa Dunia

Festival Tambora Menyapa Dunia diselenggarakan untuk memperingati 200 tahun letusan Gunung Tambora yang terjadi pada tahun 1815 silam. Festival yang akan diselenggarakan pada bulan 10 April 2016 ini kembali diselenggarakan sebagai Event Pariwisata NTB. Selain itu di tempat ini Anda juga dapat menyaksikan Festival Mbojo atau Pacuan Kuda yang dilakukan oleh anak-anak kecil yang akan digelar pada 3-10 April 2016 untuk memperingati 201 tahun Letusan Tambora.

6. Festival Nasional Musisi Tradisi


Festival Nasional Musisi Tradisi

Pada bulan Mei 2016, Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat giliran sebagai tuan rumah Pagelaran Musik Daerah Nasional. Acara ini diselenggarakan oleh Taman Budaya NTB bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Festival Musik Tradisional ini diselenggarakan sebagai salah satu usaha untuk melestarikan dan meningkatkan prestasi seni di Indonesia. Bagi Anda penggemar musik tradisional, tidak ada salahnya untuk datang ke Nusa Tenggara Barat untuk menyaksikan Festival Nasional Musik Tradisi sekaligus menjelajahi Pariwisata di Pulau Sumbawa atau Pulau Lombok. 

7. Lombok Sumbawa Pearl Festival


Lombok Sumbawa Pearl Festival

Untuk ke-6 kalinya Lombok Sumbawa Pearl Festival diselenggarakan di Pantai Senggigi, Lombok. Acara ini digelar dengan tujuan memperkenalkan Lombok sebagai penghasil mutiara bertaraf internasional. Untuk itu Anda penikmat mutiara dapat menyaksikan Lombok Sumbawa Pearl Festival pada bulan Juli 2006. 

8. Musikalisasi Puisi dan Olah Seni



Musikalisasi Puisi dan Olah Seni

Pada bulan Juli 2016, Akan menjadi bulan seni bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai macam acara seni akan di selenggarakan di sini seperti tari, musik, sastra, teater dan seni rupa. Musikalisasi Puisi dan Seni ini diselenggarakan untuk melahirkan generasi muda yang berbakat dalam bidang seni. Perhelatan ini juga dijadikan sebagai wadah bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan juga buat Anda pencinta seni untuk mengapresiasi hasil karya seni generasi muda NTB.

9. Festival Mentaram



Festival Mentaram

Kota Mataram akan menjadi salah satu primadona di kalender wisata 2016. Seluruh budaya yang ada di kota ini dihadirkan, di antaranya Suku Sasak, Sumbawa, Mbojo, Bali, dan masih banyak lagi. Selain itu Bulan Budaya Lombok Sumbawa turut menjadi rangkaian dari festival ini. Selama satu bulan (Agustus-September) tahun 2016, Anda akan diajak untuk menikmati pagelaran budaya, pameran, serta sarasehan yang dibawakan oleh para seniman dan budayawan NTB.

10. Festival Senggigi


Festival Senggigi

Selama sepekan Lombok Barat akan dimeriahkan oleh berbagai atraksi, pameran, dan pesta rakyat. Festival Senggigi dalam rangka mempromosikan pariwisata kabupaten Lombok Barat. Acara yang akan diselenggarakan pada 16-19 September 2016 ini akan di isi dengan  berbagai macam atraksi adat dan budaya, pagelaran seni daerah dan modern serta berbagai macam pameran akan ditampilkan untuk wisatawan selama sepekan penuh di wilayah Pantai Senggigi.

11. Festival Gili Indah



Festival Gili Indah

Jika Lombok Barat mempunyai Senggigi, Lombok Utara memiliki Gili Indah yang siap dimeriahkan oleh lomba perahu layar, volly pantai, pesta kuliner, dan banyak acara lainnya.

12. Festival Moyo


Festival Moyo

Parade budaya akan digelar di Sumbawa pada 23 September hingga 30 Oktober mendatang. Acara tahunan bertajuk Festival Moyo ini kembali menyajikan atraksi Temung Nguri yang mengisahkan tentang kejayaan Kesultanan Samawa dan tarian Getap Junjung Pasaji yang terdiri dari 24 peserta Parade Budaya dari  24 kecamatan turut memeriahkan rangkaian acara ini.

13. Festival Muaharam


Festival Muaharam

Usai terpilih sebagai World’s Best Halal Destination, Lombok memperkuat diri dengan paket wisata Islami. Festival menyambut tahun baru hijiriah ini akan diselenggarakan di Lombok Timur.

14. Festival Lakey


Festival Lakey

Ajang lomba surfing terbesar akan diadakan di Hu’u Lakey, Kabupaten Dompu pada bulan Oktober 2016. Para peselancar domestik dan mancanegara akan ditantang untuk menaklukkan salah satu ombak terbaik di dunia dalam Festival Lakey.

15. Festival Taliwang


Festival Taliwang

Festival Taliwang adalah kegiatan yang melibatkan Balapan Kebo, Karnaval Kebo Hias, Pesta Kesenian Lawas hingga Paralayang. Festival ini akan diselenggarakan pada bulan November 2016. 

Selain itu di Nusa Tenggara Barat juga akan digelar seminar tentan Wisata Rinjani menuju Geopark Dunia dan juga menyelenggarakan Seminar tentang Wisata Halal, Menyusul kemenagan Pulau Lombok sebagai Destinasi Wisata Halal terbaik di Dunia. 

Rangkaian festival-festival ini diadakan sepanjang tahun 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nah itulah beberapa Festival Wisata dan Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai referensi tujuan wisata Anda di tahun 2016 ini.





MENGENAL 10 DESA ADAT DI INDONESIA

Mengenal 10 Desa Adat Di Indonesia  


AdeevaTravel -Mengenal Desa Adat menjadi tempat yang tepat untuk mengenal lebih dalam budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Dengan rumah-rumah yang masih berstruktur tradisional serta pakaian sampai barang-barang yang dipergunakan di kehidupan sehari-hari. 

Buat Anda yang ingin Mengenal Desa Adat Di Indonesia, Berinteraksilah secara langsung dengan masyarakat Desa Adat ini untuk mengetahui secara langsung kehidupan mereka seperti di Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya, Kampung Tarung di Sumba Barat atau Desa Terunyan di Propinsi Bali.

Berikut Desa Adat Di Indonesia yang perlu Anda sambangi untuk lebih mengenal kehidupan mereka dari dekat.

1. Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.



Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.

2. Desa Adat Kampung Tarung, Sumba Barat



Desa Adat Kampung Tarung, Sumba Barat

Desa adat tempat tinggal suku Loli ini terletak diatas bukit dikelilingi batu-batu besar tak jauh dari pusat ekonomi Waikabubak. Bagi suku Loli desa Tarung tidak hanya merupakan tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai institusi sosial dan keagamaan.
Tata letak desa ini terdiri dari rumah-rumah (uma) yang memanjang dibagian tengah perumahan terdapat kuburan megalitik atau makam dari batu yang disebut Waruga. Tat letak tersebut menjadi symbol kosmologi lokal. 


Arsitektur vernakular yang menjadi pencakar langit di Desa Tarung adalah Uma atau rumah adat Sumba dengan struktur segi empat, di atas panggung yang ditopang tonggak-tonggak kayu. Umumnya rumah adat dibangun dengan kerangka utama tiang turus (kambaniru ludungu) sebanyak 4 batang, dan 36 batang tiang (kambaniru) berupa struktur portal dengan sambungan pen umunya memakai kayu mosa, kayu delomera, dan kayu masela. Sedang sambungan atap memakai ikatan baik dengan usuk maupun penutup atap dari ilalang (Imperata cylindrica). 

Sistem struktur yang sederhana ini berkaitan dengan tidak dikenalnya alat pertukangan selain parang dan kampak karena orang Sumba baru mengenal logam ketika Portugis mampir kesana.

3. Desa Adat Terunyan, Bali 



Desa Adat Terunyan, Bali

Terunyan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Masyarakat di desa ini mempunyai tradisi pemakaman dimana jenazah yang di makamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. 

Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Terunyan meninggal secara wajar, mayatnya ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda (Rumah Miarta Yasa).

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

4. Desa Adat Blahkiuh, Bali



 Desa Adat Blahkiuh, Bali

Desa Adat Blahkiuh merupakan ibu kota dari Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang memiliki aset kesenian yang tersohor di Bali seperti Tari Kecak, Parwa, Arja Basur, Joged Bumbung, dan seni ukiran.

Tempat suci umum yang terdapat di Desa Adat Blahkiuh antara lain Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh, Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer, Pura Dalem Majapahit, Pura Luhur Giri Kusuma

5. Desa Adat Compang Ruteng, Flores



Desa Adat Compang Ruteng, Flores

Desa Compang Ruteng terletak di Desa Pu'u Ruteng, Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores, Nus Tenggara Timur. Desa ini dinamai Compang Ruteng karena adanya batu compang itu dan sebuah pohon beringin besar dan tumbuh di tengah-tengah batu compang tersebut, meskipun saat ini pohon beringin tersebut sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan pohon dadap.

Desa Compang Ruteng ini masih mempertahankan tradisinya yang eksotis. Salah satu ciri khas di Desa Compang Ruteng ini adalah masih terdapat batu compang, sebutan untuk altar batu yang seringkali ditemukan di halaman rumah adat tradisional masyarakat Manggarai. Salah satu fungsi batu compang ini adalah sebagai tempat untuk menyembelih hewan kurban semisal sapi atau kerbau.

Sebagai desa tradisional, Anda yang datang bisa menikmati eksotisme salah satu kekayaan budaya Indonesia, dengan langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Pengunjung atau wisatawan juga bisa memasuki rumah tradisional yang disebut dengan Rumah Gendang dan mengamati secara detail struktur, karakteristik, atau ciri khas rumah adat masyarakat Manggarai. Pengunjung akan disambut dengan upacara tadisional penyambutan tamu, dan pengunjung harus mematuhi dan mengikuti serangkaian proses ritual masyarakat Manggarai.

6. Desa Adat Pariangan, Tanah Datar



Desa Adat Pariangan, Tanah Datar

Pariangan merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Menurut Tambo Minangkabau Pariangan merupakan nagari tertua di ranah Minang.

Di nagari ini termasuk yang terbaik dalam menjaga rumah adat tradisional yang disebut rumah gadang (Bahasa Minang, rumah besar), sehingga sampai sekarang masih dijumpai banyak yang terawat dengan baik. Pada nagari ini juga masih dijumpai surau, yang masih menjadi tempat tinggal komunal untuk pria yang belum menikah.

Dan pada bagian tengah dari nagari ini masih berdiri sebuah masjid tradisional yang cukup besar yang diperkirakan sudah ada di awal abad kesembilan belas, di mana pada masjid tersebut terdapat tempat mandi umum berair panas yang masih digunakan sampai sekarang. Di Nagari ini juga terdapat situs cagar budaya baru Tungku Tigo Sajarangan.

Pada Mei 2012, Nagari (desa) Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Budget Travel, sebuah majalah pariwisata internasional.

7. Desa Adat Sade, Lombok Tengah



Desa Adat Sade, Lombok Tengah

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau.

Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air.

8. Desa Adat Simarasa, Sukabumi



Desa Adat Simarasa, Sukabumi

Sirnarasa adalah desa di kecamatan Cikakak, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Palabuhanratu, 

Sirnarasa merupakan salah satu desa tradisional Sunda yang masih memegang adat dengan kuat. Secara budaya, Sirnarasa termasuk ke dalam wilayah Kasepuhan Ciptagelar, wilayah adat Banten Kidul. Di wilayah adat Kasepuhan ini, banyak kegiatan-kegiatan pertanian –terutama yang terkait dengan budidaya padi– yang harus mengikuti ketentuan-ketentuan adat. Salah satu upacara besar yang menarik perhatian publik, bahkan sering dianggap sebagai atraksi wisata kultural yang langka, adalah kegiatan Seren Taun sebagai perwujudan rasa terima kasih petani atas karunia Tuhan berupa keberhasilan panen. Seren Taun biasanya diselenggarakan di sekitar bulan Juli-Agustus. 

9. Desa Adat Toraja Sillanan


Desa Adat Toraja Sillanan

Sillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia.

10. Desa Adat Wai Rebo, NTT


Desa Adat Wai Rebo, NTT

Wae Rebo adalah sebuah desa adat terpencil dan misterius di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Menurut legenda masyarakatnya, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatera.

Banyak wisatawan maupun peneliti yang berlama-lama di Wae Rebo untuk mencari tahu asal-muasal dan keunikan dari arsitektur yang ada di sana. Daya tarik lain tentu saja, masyakarat yang sangat terbuka namun kental adat, juga panorama yang tak pernah habis pesona.

Bagi para penggemar wisata alam ataupun wisata budaya, Mengenal 10 Desa Adat diatas  bisa dijadikan sebagai alternatif destinasi wisata terbaik di Indonesia dan tentunya masih banyak lagi desa-desa adat terbaik lainnya yang ada di Indonesia yang belum kami sajikan buat Anda..

 

Back To Top